Kamis, 24 Oktober 2013

Manusia dilahirkan dalam keadaan BODOH...


Pada dasarnya yang akan menjadi titik tolak kehidupan adalah bahwa manusia pada awalnya tidak mengetahui apapun layaknya kotak kosong yang dapat diisi apa saja, disebut keadaan zero knowldge atau “pengetahuan nol” yang dapat menjelaskan ketidakberdayaannya manusia setelah diciptakan sebagai makhluk paling sempurna namun tidak memiliki pengetahuan apa-apa dengan kondisi fisik dan mental yang sangat lemah, menerima apapun pengaruh dari lingkungan sekitar dari hal yang paling baik sampai ke hal yang paling buruk masuk menjadi pengetahuan yang menjadikan kita tahu sehingga tidak menjadi kotak kosong lagi karena kini sudah terisi pengetahuan entah baik atau buruk atau keduanya dengan proporsi masing-masing.


Seiring bertambahnya usia, kondisi fisik dan mental semakin meningkat, ada hal-hal yang dulunya belum dimengerti tetapi langsung dikerjakan, perlahan-lahan seiring berjalannya waktu menjadi mengerti satu persatu... (If u know I mean)

Jangan dikira ketidaktahuan manusia terhadap apapun saat dilahirkan tidak berguna sama sekali. Justru dengan ketidak tahuan terhadap apapun itu, manusia dapat menyerap berbagai macam pengetahuan apapun. Pengisian kotak dengan pengetahuan inilah yang akan membentuk kepribadian seseorang tanpa sadar dari balita sampai remaja tergantung karakteristik lingkungan tempat ia hidup. Pengetahuan-pengetahuan inilah yang akan membentuk kepribadian serta persepsi seseorang dalam menilai segala sesuatu yang ia temui. Ada dua jenis penilaian, yakni tentang dirinya dan satunya lagi tentang lingkungan (masyarakat) di sekitar dirinya. Pertama penilaian tentang dirinya misalnya menilai kemampuannya menonjol dalam bidang apa, dicontohkan dalam bidang matematika karena ia punya lebih banyak pengetahuan dalam bidang matematika dibanding pengetahuan dalam bidang lainnya dan atau tersugesti oleh orang lain untuk yakin dengan kemampuannya dalam bidang matematika.

Kedua, penilaian tentang lingkungan masyarakat di sekitar dirinya yang tidak lepas dengan pengetahuan tentang hal pada lingkungan luar tertentu baik maupun buruk dan atau sugesti tentang hal pada lingkungan luar tertentu (contohnya mirip dengan penilaian tentang diri sendiri, namun dengan variabel lingkungan masyarakat).  

Misalnya menilai lingkungannya menonjol dalam bidang apa, dicontohkan dalam bidang matematika karena dalam komunitasnya mayoritas orang unggul dalam bidang matematika dibanding bidang-bidang lainnya dan atau tersugesti oleh orang lain untuk yakin bahwa lingkungan komunitasnya unggul dalam bidang matematika. :D


Contoh:

Coba sugesti dirimu bahwa jika tidak belajar untuk ujian mulai dari sekarang, kapan lagi...? kita tidak tahu besok punya waktu belajar atau tidak, tidak tahu waktu besok bisa digunakan untuk belajar atau tidak... jadi belajarlah selagi bisa, jangan sampai waktu belajar habis dengan sendirinya.


Maka teruslah belajar... >_<

1 komentar: