Sabtu, 26 Oktober 2013

Hidup Itu Pilihan, Kuatkan Keyakinan untuk Perkuat Pilihan...


Hidup ini pilihan.. mari mulai pelajari hidup dari ketidaktahuan/dari nol, tempat pilihan itu muncul.. :3

Aku tahu bahwa dulu aku tidak mengetahui apapun, yakni tidak tahu darimana ku berasal, siapa yang menciptakanku, untuk apa aku diciptakan, dan kemana nyawa ini pergi setelah aku mati... subhanallah, ternyata pengetahuan itu penting.... sadarkah kita...???

Terkadang kita memerlukan ketidaktahuan terhadap suatu hal yang ketika kita mengetahuinya malah akan menimbulkan mudharat/kerusakan. Mengetahui hal yang harusnya tidak perlu diketahui termasuk pengetahuan. Pengetahuan dapat kita isi di tempat yang bernama “dunia” ini, dari tidak tahu menjadi tahu...

Oleh karena itu manusia tidak boleh menyombongkan diri, sebab manusia tidak lebih tahu daripada Sang Pencipta.. Maha Tahu  yang memberi manusia pengetahuan... (jadi tahu)

Pengetahuan yang benar, akan jadi pembeda antara yang baik dan yang buruk. Ketika kita yakin untuk melakukan kebaikan atau keburukan, maka kita pasti dapat melakukannya...

Pedoman yang benar sudah contohkan oleh rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam, yang seluruh perbuatannya berdasarkan al qur’an.. sebagai pembeda antara yang baik dan yang buruk, agar dapat hidup sejahtera dibawah naungan kebenaran...

So, apa yang selanjutnya akan kita lakukan?? Berdiam diri saja tidak menyelesaikan masalah, malah akan menambah masalah. Kesal dan marah tiada gunanya, malah akan buang-buang tenaga dan menambah rumit masalah :D

Hidup ini pilihan bro, sis.. yang manapun pilihan kita, ada tantangannya sendiri-sendiri.. Tinggal memilih mengikuti aturan yang dibuat oleh Sang Pencipta atau tidak... Jika memilih mengikuti aturan Sang Pencipta, akan ribet di depan saja dan jika memilih cara/aturan lain, akan ribet di belakang (juga di akhirat), toh kita sama-sama bisa menikmatinya :p.. tidak memilih juga termasuk pilihan ketika kita memilih untuk tidak memilih.

Sudah ada aturan/cara hidup yang benar dalam al qur’an.. mengenalkan kita kepada Sang Pencipta yang berhak kita sembah dan Nabi Muhammad yang berhak kita ikuti untuk mencapai kemuliaan dan ridha-Nya.. tinggal kita mau mengambilnya atau tidak..

Jagalah pengetahuan itu dengan mempelajari dan menggunakannya. Dengan memperkuat keyakinan, akan lebih mudah mempelajari dan mengamalkan (menggunakan) pengetahuan yang kita punya.. benar atau betul?? J

Let’s choice..

“Tahu adalah ketika kita mampu mengamalkan yang kita kenal.. jika tidak mampu mengamalkan yang kita kenal, maka hanya sebatas kenal. Tidak mengamalkan hal yang tidak perlu atau tidak boleh diamalkan merupakan suatu amal.”

Jumat, 25 Oktober 2013

Kisah Klasik, Film dan Jodoh



Suatu hari lahirlah seorang anak dengan selamat. Dia tumbuh besar dengan baik oleh kedua orang tuanya. Suatu saat yang dinanti-nanti telah tiba, si anak sudah cukup besar untuk tinggal di tempat tersendiri yang sangat jauh dari orang tuanya. Hari-hari dilaluinya dengan sikap yang santai. Terlalu santainya sampai-sampai nilai yang diperolehnya di sekolah sangatlah minim untuk syarat mendapatkan pekerjaan.

Sampai suatu ketika dia menemukan sebuah tayangan yang menurutnya sangat kekanak-kanakan. Akan tetapi setelah dia tonton tayangan itu lebih lanjut hingga selesai (karena sudah terlanjur menonton, sayang kalau tidak sampai selesai), dia baru menyadari betapa bodohnya pemeran utama dalam cerita pada tayangan tersebut yang mau saja dikelabuhi oleh teman-temannya, yang disebabkan oleh pengetahuannya sangat-sangat kurang sehingga sangat mudah terpengaruh. Ada ketidaktahuan tokoh utama yang disukai anak ini, yakni tokoh tersebut tidak tahu bahwa dia ditaksir oleh cewek yang ia taksir alias tidak tahu kalau mereka berdua sama-sama suka.

Ketidaktahuan tersebut dapat menghilangkan sifat terbawa perasaan orang lain karena pada dasarnya pria bukan manusia yang mudah terbawa perasaan. Dia mengambil pelajaran dari sini bahwa untuk menjaga perasaan wanita, dia tidak perlu tahu perasaan si wanita terhadap dirinya karena wanita adalah makhluk yang paling mudah terbawa perasaan. Jika perasaannya terguncang sedikit saja, maka dia pasti akan langsung mengekspresikannya dalam bentuk apapun sehingga berbahaya bila perasaan mereka berdua diketahui oleh masing-masing dari mereka karena bila waktunya belum tepat akan timbul perasaan yang tak sampai dari wanita kepada pria yang mengganggu perasaannya.


Pada dasarnya pria tidak menggunakan perasaan yang berlebih seperti wanita, pria hanya mengenal tanda-tanda perasaan kepada seorang wanita ketika terjadi keanehan; “kenapa terasa mengganggu ketika tidak bertemu dengannya” dan ketika melihatnya rasanya malu untuk menyapanya namun yang anehnya lagi pria itu ketika berbicara dengan si wanita seperti berbicara dengan wanita lain (berbicara dengannya dengan tidak melihat wajahnya terus menerus), berbicara dengan bahasa yang akrab sebagai teman. Tetapi terjadi keanehan kedua yang cukup menggangguku yakni ketika “dia” (si wanita) berbicara dengan pria itu saja; untuk menjelaskan suatu hal seperti berita/informasi yang cukup panjang, dia sering tidak dapat menyusun kata-kata dengan tepat *eh. Pria ini hanya merasa ada yang aneh saja, kenapa hanya dia, kenapa tidak terjadi pada wanita lain, padahal banyak sekali wanita yang lebih sholihah dan elok daripada dirinya.


Hanya ini saja yang dirasakan pria itu, selanjutnya dia tidak akan mencari tahu lebih lanjut sampai waktunya tepat. That's right, pria itu aku. So what... jika memang dia jodohku, aku yakin bisa menikahinya karena jodohku besok adalah hasil dari usahaku sekarang, untuk meningkatkan kesholehanku dengan menambah pengetahuan, kemampuan membaca, hafalan al qur’an, bahasa arab serta pengetahuan tentang islam lainnya yang kubutuhkan untuk syi’ar dakwah ke masyarakat dan semoga dimudahkan Allah dalam segala urusan termasuk urusan jodoh (maupun rizki) karena jodoh (dan rizki) tiap insan manusia sudah ditentukan Sang Pencipta dan tertulis di lauhul mahfudz tergantung kita mau berpartisipasi untuk meraih jannah-Nya dengan memperjuangkan agama-Nya dan syahid di jalan-Nya atau tidak.


Aku tidak perlu khawatir jika aku sudah didahului oleh orang lain, karena wanita yang cantik dan baik untukku adalah wanita yang mudah/paling murah maharnya, yang mudah dinikahi dan yang baik pula akhlaqnya (memperlihatkan atau memancarkan kesolehahan-nya). *eeeeeeh....!!!!! >_<

Kamis, 24 Oktober 2013

Manusia dilahirkan dalam keadaan BODOH...


Pada dasarnya yang akan menjadi titik tolak kehidupan adalah bahwa manusia pada awalnya tidak mengetahui apapun layaknya kotak kosong yang dapat diisi apa saja, disebut keadaan zero knowldge atau “pengetahuan nol” yang dapat menjelaskan ketidakberdayaannya manusia setelah diciptakan sebagai makhluk paling sempurna namun tidak memiliki pengetahuan apa-apa dengan kondisi fisik dan mental yang sangat lemah, menerima apapun pengaruh dari lingkungan sekitar dari hal yang paling baik sampai ke hal yang paling buruk masuk menjadi pengetahuan yang menjadikan kita tahu sehingga tidak menjadi kotak kosong lagi karena kini sudah terisi pengetahuan entah baik atau buruk atau keduanya dengan proporsi masing-masing.


Seiring bertambahnya usia, kondisi fisik dan mental semakin meningkat, ada hal-hal yang dulunya belum dimengerti tetapi langsung dikerjakan, perlahan-lahan seiring berjalannya waktu menjadi mengerti satu persatu... (If u know I mean)

Jangan dikira ketidaktahuan manusia terhadap apapun saat dilahirkan tidak berguna sama sekali. Justru dengan ketidak tahuan terhadap apapun itu, manusia dapat menyerap berbagai macam pengetahuan apapun. Pengisian kotak dengan pengetahuan inilah yang akan membentuk kepribadian seseorang tanpa sadar dari balita sampai remaja tergantung karakteristik lingkungan tempat ia hidup. Pengetahuan-pengetahuan inilah yang akan membentuk kepribadian serta persepsi seseorang dalam menilai segala sesuatu yang ia temui. Ada dua jenis penilaian, yakni tentang dirinya dan satunya lagi tentang lingkungan (masyarakat) di sekitar dirinya. Pertama penilaian tentang dirinya misalnya menilai kemampuannya menonjol dalam bidang apa, dicontohkan dalam bidang matematika karena ia punya lebih banyak pengetahuan dalam bidang matematika dibanding pengetahuan dalam bidang lainnya dan atau tersugesti oleh orang lain untuk yakin dengan kemampuannya dalam bidang matematika.

Kedua, penilaian tentang lingkungan masyarakat di sekitar dirinya yang tidak lepas dengan pengetahuan tentang hal pada lingkungan luar tertentu baik maupun buruk dan atau sugesti tentang hal pada lingkungan luar tertentu (contohnya mirip dengan penilaian tentang diri sendiri, namun dengan variabel lingkungan masyarakat).  

Misalnya menilai lingkungannya menonjol dalam bidang apa, dicontohkan dalam bidang matematika karena dalam komunitasnya mayoritas orang unggul dalam bidang matematika dibanding bidang-bidang lainnya dan atau tersugesti oleh orang lain untuk yakin bahwa lingkungan komunitasnya unggul dalam bidang matematika. :D


Contoh:

Coba sugesti dirimu bahwa jika tidak belajar untuk ujian mulai dari sekarang, kapan lagi...? kita tidak tahu besok punya waktu belajar atau tidak, tidak tahu waktu besok bisa digunakan untuk belajar atau tidak... jadi belajarlah selagi bisa, jangan sampai waktu belajar habis dengan sendirinya.


Maka teruslah belajar... >_<

Sabtu, 19 Oktober 2013

Jepang VS Amerika?


Jepang punya banyak ide menarik dalam animenya, apalagi adanya anime-anime dengan efek yang cukup tinggi seperti dragonball, naruto, one piece, dan bleach... (left/soft action)

Amerika (USA) punya studio-studio film ”live action” yang apapun animasi maupun efeknya bisa terlihat sekitar 90%-an mendekati kenyataan... (right/hard action)

Kalau kerjasama ini terus berlanjut, entah berapa anime bisa di “live action”kan oleh studio amerika seperti dragonball, rurouni kenshin dan death note. Seperti yang anda ketahui kalau di Jepang sendiri sudah “banjir” anime, entah udah berapa meter... :p

Mungkin saja dengan kekuatan itu bisa membuat dan mengendalikan mecha “Jaeger” atau  bisa bertukar pikiran dengan monster “Kaiju” yang seperti Godzilla dalam film “Pacific Rim”, karena yang satu memiliki keahlian fisika-matematis dan yang satunya lagi punya keahlian bio-psikologis sehingga bisa saja menghasilkan reaksi keahlian kimia-sintetis yang menyebabkan yang mistis menjadi sains @ red... :3

Film “Pacific Rim” menghadirkan ide ala Jepang (seperti mecha, monster dan armor) termasuk muatan utamanya pesan moral dan menghadirkan grafik/desain grafis “live action” ala Amerika (USA) yang menakjubkan pandangan... Sangat layak ditonton oleh penggemar movie “live action” dari kalangan remaja (karena ada adegan perkelahian) sampai dewasa, kalau anak-anak tentunya dengan bimbingan orang tua yaaa...  :D

“To defeat mosters, we created the most powerful thing than monsters”