Pada dasarnya yang akan menjadi titik tolak
kehidupan adalah bahwa manusia pada awalnya tidak mengetahui apapun layaknya
kotak kosong yang dapat diisi apa saja, disebut keadaan zero knowldge atau
“pengetahuan nol” yang dapat menjelaskan ketidakberdayaannya manusia setelah
diciptakan sebagai makhluk paling sempurna namun tidak memiliki pengetahuan
apa-apa dengan kondisi fisik dan mental yang sangat lemah, menerima apapun
pengaruh dari lingkungan sekitar dari hal yang paling baik sampai ke hal yang
paling buruk masuk menjadi pengetahuan yang menjadikan kita tahu sehingga tidak
menjadi kotak kosong lagi karena kini sudah terisi pengetahuan entah baik atau
buruk atau keduanya dengan proporsi masing-masing.
Seiring bertambahnya usia, kondisi
fisik dan mental semakin meningkat, ada hal-hal yang dulunya belum dimengerti
tetapi langsung dikerjakan, perlahan-lahan seiring berjalannya waktu menjadi
mengerti satu persatu... (If u know I mean)
Jangan dikira ketidaktahuan manusia
terhadap apapun saat dilahirkan tidak berguna sama sekali. Justru dengan
ketidak tahuan terhadap apapun itu, manusia dapat menyerap berbagai macam
pengetahuan apapun. Pengisian kotak dengan pengetahuan inilah yang akan
membentuk kepribadian seseorang tanpa sadar dari balita sampai remaja
tergantung karakteristik lingkungan tempat ia hidup. Pengetahuan-pengetahuan
inilah yang akan membentuk kepribadian serta persepsi seseorang dalam menilai
segala sesuatu yang ia temui. Ada dua jenis penilaian, yakni tentang dirinya
dan satunya lagi tentang lingkungan (masyarakat) di sekitar dirinya. Pertama
penilaian tentang dirinya misalnya menilai kemampuannya menonjol dalam bidang
apa, dicontohkan dalam bidang matematika karena ia punya lebih banyak
pengetahuan dalam bidang matematika dibanding pengetahuan dalam bidang lainnya
dan atau tersugesti oleh orang lain untuk yakin dengan kemampuannya dalam
bidang matematika.
Kedua, penilaian tentang lingkungan masyarakat di sekitar dirinya yang tidak lepas dengan pengetahuan
tentang hal pada lingkungan luar tertentu baik maupun buruk dan atau sugesti
tentang hal pada lingkungan luar tertentu (contohnya mirip dengan penilaian
tentang diri sendiri, namun dengan variabel lingkungan masyarakat).
Misalnya menilai lingkungannya
menonjol dalam bidang apa, dicontohkan dalam bidang matematika karena dalam komunitasnya mayoritas orang unggul dalam bidang
matematika dibanding bidang-bidang lainnya dan atau tersugesti
oleh orang lain untuk yakin bahwa lingkungan komunitasnya unggul dalam bidang
matematika. :D
Contoh:
Coba sugesti dirimu bahwa jika tidak
belajar untuk ujian mulai dari sekarang, kapan lagi...? kita tidak tahu besok
punya waktu belajar atau tidak, tidak tahu waktu besok bisa digunakan untuk
belajar atau tidak... jadi belajarlah selagi bisa, jangan sampai waktu belajar
habis dengan sendirinya.
Maka teruslah belajar... >_<
graa, belum nyobaa.. telat nyoba..
BalasHapus