Senin, 13 Agustus 2018

Kuncinya adalah Mengenal Diri sendiri.


Dari mana diri sendiri ini berasal(?) dan
kemana akan pergi(?).
Hal itu yang memutuskan perbuatan yang diperbuat diri sendiri pada saat ini/sekarang.
Past, future and present.
Siapa saya? Jawab: Manusia
Dari mana saya berasal?
Kemana saya akan pergi?
Apa yang perlu saya perbuat saat ini?
Apa yang bisa saya lakukan supaya bisa mendapat uang dengan halal?
Jawab: Lakukan hal halal apa saja yang bisa saya lakukan saat ini.
Sesuaikan dengan kondisi dunia saat ini.
Perlu dipersempit lagi.
Dibuat list => diagram alir

Rabu, 19 Juli 2017

Sebenarnya Saya Salah Apa?


Saya salah banyak yang hampir tak termaafkan
Saya sudah mengecewakan berbagai pihak
Kebiasaan saya sudah tak termaafkan
Salah satu hal yang ingin saya katakan kepada diri saya,
Apakah saya bisa seperti gambar di bawah ini?














Dari gambar ini saya jadi ingat bahwa ada orangtua yang menyokong
Anak yang digendong itu seperti saya waktu kecil
Tapi saya tidak ingat bahwa orangtua saya berpakaian seperti ini
Saya yang setiap hari diberi contoh yang tidak baik, mau memberikan contoh ke oranglain?
Saya harus bolak-balik banting stir tajam untuk itu
Tidak ada cara mengubah nasib orang kecuali orang tersebut mengubah kebiasaannya
Tidak ada cara mengubah kebiasaan orang kecuali orang tersebut berinisiatif melakukannya
Bagaimana tulisan supaya tertata seperti skripsi, ya tulis saja dulu
Dan sekarang jika tidak ada yang merapikannya dengan menambahinya yang banyak, mending saya mati saja. Bunuh saja saya..
Nazar saya setelah lulus kuliah, saya akan seperti gambar di atas
#catat dan ingat-ingat di kepala teman-teman untuk menebus janji saya
*next foto kenyataan

Selasa, 22 Desember 2015

Pilihan atau Paksaan??



Dunia oh dunia, kenapa ya saya main-main?? kesalahannya itu menempatkan dunia tidak pada tempatnya | Dunia yang seperti apa?? dunia yang ada benua eropa, amerika, afrika, australia, antartika (too chill) |

Kembali ke topik..

Paksaan itu sangat dibutuhkan dan peranannya sangat penting | Paksaan itu bukan hanya untuk anak kecil, bukan tidak selamanya harus dipaksa | Coba bagaimana kalau seorang suami atau kepala keluarga tidak terpaksa mencari nafkah untuk keluarga, istri-anak, bisa dibayangkan rusaknya rumahtangga | Tanpa paksaan?? Pilihan sendiri?? tidak ada salahnya jika disebut pilihan, kan bisa milih | Tapi tegakah jika tidak terpaksa supaya tidak masuk neraka?? Jika paham neraka sih tidak bakalan tega |

Saya mungkin terlihat tanpa penyakit, tapi ada penyakit kulit yang belum sembuh sih (sangat perlu perawatan privat :D'') | Jika disuruh usaha sendiri mungkin masih susah, tapi pastinya yang saya butuhkan itu ketelitian (ketelitian yang menyeluruh atau dalam segala bidang) | Dipaksa pasti bisa, tidak ada yang tidak mungkin bisa dilakukan tanpa paksaan | Mungkin lebih dikenal umum dengan sebutan motif/motivasi atau inspirasi, tapi bagi saya yang lebih tepat adalah kata 'paksaan' |

Jadilah manusia dengan dalil tanpa dalih | Mungkin teori saya kurang yang bisa dipraktekkan, kebanyakan saya ambil dari bonus | Dan bonus itu bukan hal yang tepat untuk dicontoh, bonus itu sebab kurangnya keterpaksaan juga | Keadaan dan pihak yang terlibat tidak patut disalahkan, yang perlu disalahkan itu diri sendiri yang lemah dalam menghadapinya :’D |


Tulisan saya mungkin agak unik dan nyeleneh juga ya, mungkin ada bagian yang tidak nyambung :D

Senin, 09 Juni 2014

DILEMA DAN DEMOKRASI


Lihat saja nanti yang ikut milih di pemilu atau yang lagi kampanye (masuk dalam sistem demokrasi), apakah ia akan tetap teguh pada pilihannya sampai akhir? apakah nanti ia kecewa? apakah nanti ia rela diinjak-injak oleh pilihannya?

Saya tidak yakin yang masuk dalam sistem demokrasi ini tetap teguh, soalnya sistem ini sendiri pada dasarnya juga tidak teguh sebab yang mengatur sistem ini adalah suara mayoritas yang notabene suaranya bisa dibeli semua alias super bebas/kebablasan. Ini juga hanya akan jadi impian semu yang mengharapkan hasil berbeda dalam perlakuan yang sama (dalam demokrasi).

Apakah tidak berfikir bahwa pada akhirnya itu akan berdampak juga pada diri ketika dikuasai oleh rasa haus kekuasaan sehingga jika tidak mendapatkan kekuasaan malah jadi galau (bebas tapi tidak terwakili). Padahal ini kebalikan dengan penyejahteraan warga yang diidam-idamkan rakyat dengan rela diinjak-injak ketika penguasa berkuasa atas dasar yang tidak jelas seperti demokrasi.

Lihatlah betapa sulitnya meyakinkan orang tentang islam dan keutamaannya menggantikan demokrasi, Untuk sistem seperti islam ini saja tidak dicoba diterapkan untuk menyejahterakan rakyat, terlihat jelas demokrasinya yang pada dasarnya amburadul ditambah amburadul lagi dengan menyampingkan/ mengabaikan ciptaan menakjubkan yang bisa membawa pada kebenaran..

Katanya negeri dengan mayoritas umat islam, tapi ketika islam diamburadul/dikacau-balaukan dengan demokrasi malah masih saja berkutat didalamnya (demokrasi). Ini dilema antara tidak tahu, tidak paham, tidak sadar, tidak kritis atau tidak peduli? Apa ketika sistem ini mempengaruhi penurunan kualitas maupun kuantitas hidup pribadi kita baru kita peduli? Kalau dikritisi, akan sulit mengubahnya ketika yang dipahami hanya materi atau keuangan yang merupakan urusan cabang paling ujung (yang terpusat pada politik). Karena tidak ada cabang tanpa pusat yang mengakar, yakni sistem yang membawanya berpijak. Dan tidak ada cabang yang kokoh dari dasar/awalnya yang sudah goyah seperti demokrasi, tapi tidak dipedulikan orang yang materialistis (juga demokratis).


#dilema
#catatanringkaslagi

Senin, 21 April 2014

Pesan Untuk Para Pemuda - Pemudi


Ikut dan aktiflah dalam jamaah, karena akan lebih menjagamu. Fokuslah dalam jamaah tersebut.., jamaah yang baik-baik tentunya.

Bagaimana kita tahu kalau jamaah itu baik??

Yakni dari segi seluruh pemikiran dan perbuatannya sinkron untuk menjalankan kehidupan yang sebenar-benarnya kehidupan.

Bagaimana kita tahu cara menjalankan kehidupan yang sebenar-benarnya kehidupan?

Yakni kita cari tahu asal-usul kehidupan yang membuat kita gundah. Jika masih gundah, cari dan terus cari sampai ketemu. Karena kalau tidak begitu, anda tidak akan bisa tenang sebab anda diciptakan untuk hal tersebut. Dan juga karena selain hidup berindividu, manusia juga diciptakan untuk hidup berkelompok/berjamaah/sosial. Kalau tidak bisa fokus di satu jamaah dulu (karena ilmu masih kurang), ya pilihlah beberapa jama'ah yang kita anggap sudah menjalankan proses kehidupan secara benar dan jadilah calon kadernya.


Sembari menambah ilmu, juga semakin diteliti pada tiap jamaah yang ada tentang cara menjalankan kehidupannya. Untuk jamaah yang semakin benar, tambahlah fokus pada jamaah tersebut untuk menjalankan kehidupan berdasar asal-usulnya (sebenar-benarnya kehidupan). Lalu untuk jamaah yang semakin bermasalah, semakin ditinggalkan. Niscaya hanya akan ada satu jamaah yang tak tertandingi kebenarannya..


Jadi tunggu apalagi.. Jika mengerti, langsung segera laksanakan sebab kematian tidak menunggu dan datangnya bisa kapan saja lho.. 



#pesansingkat



Rabu, 16 April 2014

Catatan Kecil Arif


Saat saya memakai gambar anime yang untuk anak-anak atau menonton tontonan seperti tontonan anak-anak atau publisher anime-nya tujukan untuk anak-anak, bukannya saya kekanak-kanakan lho.. Tapi karena setelah saya tonton ternyata pesan moralnya hanya bisa diketahui oleh orang dengan tingkat berfikir yang matang layaknya orang dewasa yang sudah baligh tentunya. Pun juga ketika seorang orang tua yang menonton tontonan anak-anak bersama dengan anaknya juga tidak begitu saja diibaratkan seperti orang tua yang kekanak-kanakan, orang tua tersebut justru lebih mulia dari itu karena bisa mengarahkan anaknya ketika tontonannya kurang pantas. Itu sekedar intermezzo saja dari saya sekalian klarifikasi supaya tidak terjadi kesalahpahaman oleh oknum yang berpikir berlebihan..


Telah sampailah pada catatan saya yang pernah saya posting pada suatu media sosial, sebut saja ‘mawar’ #eh. Ini merupakan wujud kegelisahan saya terhadap kondisi ummat saat ini #eh tapi dikemas dalam tema yang lebih umum supaya lebih bisa merangkul segala golongan. Simaklah catatan berdasarkan pernyataan saya berikut ini:


Pasti ada diantara diri kita setelah bertaubat yang sebelumnya melakukan kekhilafan, lalu ada rasa ingin melakukan kehilafan lagi karena merasa nyaman atau merasa enak dengan kehilafan tersebut.

Sebelum anda kegatelan mau melakukan kekhilafan tersebut, ingat lagi alasan kenapa anda bertaubat.

Karena sejelek-jeleknya orang, pasti punya pengalaman bertaubat meski pada akhirnya selalu gagal.

Telusuri keganjilan itu, dan kembali perhitungkan dalam-dalam sebelum melakukan kehilafan.

Kalaupun untuk melakukan kebaikan/kebenaran, lakukanlah secara cuma-cuma tanpa berfikir dengan kebaikan yang kecil-kecil dulu (kan banyak itu) untuk mengkondisikan supaya mudah melakukan kebaikan yang besar yang kenyataannya tidak mudah dilakukan ketika kebaikan-kebaikan kecil belum dilakukan.

Maka selanjutnya lihat dan rasakan apa yang terjadi..

Keindahan dunia akan merajalela dalam diri kita rasakan walaupun kita berjalan di onak duri.

Kebalikan ketika kita melakukan kekhilafan, seakan berjalan di padang rumput nan hijau permai yang luas (karena saking banyak macamnya dan menyenangkan) tapi yang kita rasakan adalah kejamnya dunia.

Sungguh menakjubkan dunia yang kita tinggali ini, subhanAllah..


Semoga cukup jelas walaupun masih banyak kekurangan disana-sini :3

Sabtu, 23 November 2013

Kebingungan Tak Selamanya Merugikan, Ada Yang Merugikan dan Ada Pula Yang Menguntungkan...


Tidak ada yang kebetulan di dunia ini... kalau bukan karena campur tangan manusia, ya campur tangan Allah. Yang hebat adalah tidak ada campur tangan manusia bila manusia tidak diciptakan, alias Allah menciptakan makhluk yang dapat memberi campur tangan, memiliki kebebasan berfikir untuk bertindak sehingga menghasilkan campur tangan sesuai keputusan yang mereka (manusia) pikirkan...
Yang mudah terjadi adalah ketika ia mengutamakan nafsu, pikiran serasional apapun akan tertolak. Begitu pula sebaliknya yang cenderung sulit terjadi ketika ia mengutamakan pikiran rasional, nafsu apapun akan tertolak. Namun manusia mudah melupakan kebingungan dalam pertanyaan: mengapa keburukan yang lebih mudah dilakukan daripada kebaikan??, Untuk apa susah-susah melakukan kebaikan?? Apakah ada cara agar kebaikan mudah untuk dikerjakan? Manusia mudah tidak menyadari dan cenderung tidak mau mengakui bahwa dirinya penuh dengan pertanyaan, alias bingung. Dan pelariannya bukan untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut melainkan dengan menghilangkan kebingungan secara instan, yakni tidak memikirkannya lagi atau acuh tak acuh pada kebingungan tersebut dan akibatnya terperosok ke jurang nafsu...
Akhirnya banyak yang mengutamakan nafsunya seolah-olah dunia ini merupakan gudang pemenuhan nafsu, padahal karena nafsulah banyak timbul permasalahan di dunia yang seharusnya sepele malah bertambah besar (cuma gara-gara nafsu)... Kebingungan/ kebimbangan itu wajar karena manusia diberikan akal untuk berfikir, pertanyaan itu wajib ada di dunia karena tanpa-nya tidak akan muncul jawaban atau penyelesaian...
Banyak pertanyaan dalam dunia sains yang sampai akhir hayat tidak pernah selesai itu wajar karena memang ilmunya tidak akan pernah habis digali sampai hari kiamat, tapi apakah wajar kalau kita menyerah karena sampai pada akhirnya suatu saat nanti kita (manusia) mati dan tidak dapat menikmati ilmu sains yang telah dikembangkan?? Tentu tidak, karena demi kemudahan dalam menjalani hidup?? Dari situlah nafsu juga muncul.. tapi ketika bimbang, bagaimana kita bisa terus memunculkan pertanyaan bila pada akhirnya kita mati??... itupun bila dapat menemukan jawabannya sebelum mati, tapi kalau tidak?? Eits, tunggu dulu sebelum masuk lagi ke pintu nafsu.. Memangnya lama hidup kita ditentukan oleh banyaknya pertanyaan atau banyaknya jawaban?? Tentu tidak.. lama hidup kita adalah sesuatu yang tidak diketahui, alias misteri seumur hidup.. coba lihat para jenazah; apakah umur mereka ketika wafat, setelah menginjak usia manula semua?? Tidak, kan...
“ Tidak peduli berapa pertanyaan dalam hidup kita karena tidak ada penyelesaian atau jawaban tanpa pertanyaan... dan jawaban tidak semata-mata ada tanpa adanya pertanyaan, biarpun ada mesti tidak akan bisa dipahami dan hasilnya sama saja tidak ada jawaban alias nol...” #arifeyeshield21

Pesan-pesan:
Inilah secuil ulasan pikiran yang senantiasa bingung, mendapat jawabannya di dunia ini dan terus tercerahkan ketika berjalan di jalan yang lurus. Bingung itu tidak buruk selama ditujukan untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang membuat bingung, bukannya untuk mencari jalan pintas dengan melakukan apa yang bisa diperbuat (itu namanya menjalankan perbuatan yang masih diragukan/syubhat). Bingung tapi senantiasa berbuat baik, merupakan suatu pembelajaran yang diiringi dengan pelaksanaannya karena bagus untuk melatih dan sebagai aplikasi pembelajaran... :D   
Masih bingung setelah membaca tulisan ini?? Bagus kalau bingung dan memunculkan banyak pertanyaan... Saya juga menulis ini karena saya bingung, banyak pertanyaan dalam hidup saya dan saya pun mengakuinya kalau pertanyaan-pertanyaan itu tidak akan pernah habis sampai akhir hayat...  Maaf kalau masih membingungkan, hhe..