Rabu, 16 April 2014

Catatan Kecil Arif


Saat saya memakai gambar anime yang untuk anak-anak atau menonton tontonan seperti tontonan anak-anak atau publisher anime-nya tujukan untuk anak-anak, bukannya saya kekanak-kanakan lho.. Tapi karena setelah saya tonton ternyata pesan moralnya hanya bisa diketahui oleh orang dengan tingkat berfikir yang matang layaknya orang dewasa yang sudah baligh tentunya. Pun juga ketika seorang orang tua yang menonton tontonan anak-anak bersama dengan anaknya juga tidak begitu saja diibaratkan seperti orang tua yang kekanak-kanakan, orang tua tersebut justru lebih mulia dari itu karena bisa mengarahkan anaknya ketika tontonannya kurang pantas. Itu sekedar intermezzo saja dari saya sekalian klarifikasi supaya tidak terjadi kesalahpahaman oleh oknum yang berpikir berlebihan..


Telah sampailah pada catatan saya yang pernah saya posting pada suatu media sosial, sebut saja ‘mawar’ #eh. Ini merupakan wujud kegelisahan saya terhadap kondisi ummat saat ini #eh tapi dikemas dalam tema yang lebih umum supaya lebih bisa merangkul segala golongan. Simaklah catatan berdasarkan pernyataan saya berikut ini:


Pasti ada diantara diri kita setelah bertaubat yang sebelumnya melakukan kekhilafan, lalu ada rasa ingin melakukan kehilafan lagi karena merasa nyaman atau merasa enak dengan kehilafan tersebut.

Sebelum anda kegatelan mau melakukan kekhilafan tersebut, ingat lagi alasan kenapa anda bertaubat.

Karena sejelek-jeleknya orang, pasti punya pengalaman bertaubat meski pada akhirnya selalu gagal.

Telusuri keganjilan itu, dan kembali perhitungkan dalam-dalam sebelum melakukan kehilafan.

Kalaupun untuk melakukan kebaikan/kebenaran, lakukanlah secara cuma-cuma tanpa berfikir dengan kebaikan yang kecil-kecil dulu (kan banyak itu) untuk mengkondisikan supaya mudah melakukan kebaikan yang besar yang kenyataannya tidak mudah dilakukan ketika kebaikan-kebaikan kecil belum dilakukan.

Maka selanjutnya lihat dan rasakan apa yang terjadi..

Keindahan dunia akan merajalela dalam diri kita rasakan walaupun kita berjalan di onak duri.

Kebalikan ketika kita melakukan kekhilafan, seakan berjalan di padang rumput nan hijau permai yang luas (karena saking banyak macamnya dan menyenangkan) tapi yang kita rasakan adalah kejamnya dunia.

Sungguh menakjubkan dunia yang kita tinggali ini, subhanAllah..


Semoga cukup jelas walaupun masih banyak kekurangan disana-sini :3

2 komentar:

  1. apa hubungannnya antara paragraf yang di atas n paragraf2 selanjutnya?????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang saya hubungkan sendiri pakai paragraf penghubung, soalnya catatan saya yang ini sedikit sekali. Makannya judulnya 'catatan ..', yang saya biasanya pakai tema khusus tapi sekarang jauh lebih umum dalam bentuk catatan kecil. Jadi beginilah jadinya.., hho

      Hapus