Saat saya memakai gambar anime yang untuk anak-anak atau menonton tontonan seperti tontonan anak-anak atau publisher anime-nya tujukan untuk anak-anak, bukannya saya kekanak-kanakan lho.. Tapi karena setelah saya tonton ternyata pesan moralnya hanya bisa diketahui oleh orang dengan tingkat berfikir yang matang layaknya orang dewasa yang sudah baligh tentunya. Pun juga ketika seorang orang tua yang menonton tontonan anak-anak bersama dengan anaknya juga tidak begitu saja diibaratkan seperti orang tua yang kekanak-kanakan, orang tua tersebut justru lebih mulia dari itu karena bisa mengarahkan anaknya ketika tontonannya kurang pantas. Itu sekedar intermezzo saja dari saya sekalian klarifikasi supaya tidak terjadi kesalahpahaman oleh oknum yang berpikir berlebihan..
Telah sampailah pada catatan saya
yang pernah saya posting pada suatu media sosial, sebut saja ‘mawar’ #eh. Ini
merupakan wujud kegelisahan saya terhadap kondisi ummat saat ini #eh tapi
dikemas dalam tema yang lebih umum supaya lebih bisa merangkul segala golongan.
Simaklah catatan berdasarkan pernyataan saya berikut ini:
Pasti ada diantara diri kita
setelah bertaubat yang sebelumnya melakukan kekhilafan, lalu ada rasa ingin
melakukan kehilafan lagi karena merasa nyaman atau merasa enak dengan kehilafan
tersebut.
Sebelum anda kegatelan mau
melakukan kekhilafan tersebut, ingat lagi alasan kenapa anda bertaubat.
Karena sejelek-jeleknya orang,
pasti punya pengalaman bertaubat meski pada akhirnya selalu gagal.
Telusuri keganjilan itu, dan
kembali perhitungkan dalam-dalam sebelum melakukan kehilafan.
Kalaupun untuk melakukan
kebaikan/kebenaran, lakukanlah secara cuma-cuma tanpa berfikir dengan kebaikan
yang kecil-kecil dulu (kan banyak itu) untuk mengkondisikan supaya mudah
melakukan kebaikan yang besar yang kenyataannya tidak mudah dilakukan ketika
kebaikan-kebaikan kecil belum dilakukan.
Maka selanjutnya lihat dan
rasakan apa yang terjadi..
Keindahan dunia akan merajalela
dalam diri kita rasakan walaupun kita berjalan di onak duri.
Kebalikan ketika kita melakukan
kekhilafan, seakan berjalan di padang rumput nan hijau permai yang luas (karena
saking banyak macamnya dan menyenangkan) tapi yang kita rasakan adalah kejamnya
dunia.
Sungguh menakjubkan dunia yang
kita tinggali ini, subhanAllah..
Semoga cukup jelas walaupun masih
banyak kekurangan disana-sini :3
apa hubungannnya antara paragraf yang di atas n paragraf2 selanjutnya?????
BalasHapusMemang saya hubungkan sendiri pakai paragraf penghubung, soalnya catatan saya yang ini sedikit sekali. Makannya judulnya 'catatan ..', yang saya biasanya pakai tema khusus tapi sekarang jauh lebih umum dalam bentuk catatan kecil. Jadi beginilah jadinya.., hho
Hapus