Tidak ada yang kebetulan di
dunia ini... kalau bukan karena campur tangan manusia, ya campur tangan Allah.
Yang hebat adalah tidak ada campur tangan manusia bila manusia tidak
diciptakan, alias Allah menciptakan makhluk yang dapat memberi campur tangan,
memiliki kebebasan berfikir untuk bertindak sehingga menghasilkan campur tangan
sesuai keputusan yang mereka (manusia) pikirkan...
Yang mudah terjadi adalah ketika
ia mengutamakan nafsu, pikiran serasional apapun akan tertolak. Begitu pula
sebaliknya yang cenderung sulit terjadi ketika ia mengutamakan pikiran
rasional, nafsu apapun akan tertolak. Namun manusia mudah melupakan kebingungan
dalam pertanyaan: mengapa keburukan yang lebih mudah dilakukan daripada
kebaikan??, Untuk apa susah-susah melakukan kebaikan?? Apakah ada cara agar
kebaikan mudah untuk dikerjakan? Manusia mudah tidak menyadari dan cenderung
tidak mau mengakui bahwa dirinya penuh dengan pertanyaan, alias bingung. Dan
pelariannya bukan untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut
melainkan dengan menghilangkan kebingungan secara instan, yakni tidak
memikirkannya lagi atau acuh tak acuh pada kebingungan tersebut dan akibatnya
terperosok ke jurang nafsu...
Akhirnya banyak yang
mengutamakan nafsunya seolah-olah dunia ini merupakan gudang pemenuhan nafsu,
padahal karena nafsulah banyak timbul permasalahan di dunia yang seharusnya
sepele malah bertambah besar (cuma gara-gara nafsu)... Kebingungan/ kebimbangan
itu wajar karena manusia diberikan akal untuk berfikir, pertanyaan itu wajib
ada di dunia karena tanpa-nya tidak akan muncul jawaban atau penyelesaian...
Banyak pertanyaan dalam dunia
sains yang sampai akhir hayat tidak pernah selesai itu wajar karena memang
ilmunya tidak akan pernah habis digali sampai hari kiamat, tapi apakah wajar
kalau kita menyerah karena sampai pada akhirnya suatu saat nanti kita (manusia)
mati dan tidak dapat menikmati ilmu sains yang telah dikembangkan?? Tentu
tidak, karena demi kemudahan dalam menjalani hidup?? Dari situlah nafsu juga muncul..
tapi ketika bimbang, bagaimana kita bisa terus memunculkan pertanyaan bila pada
akhirnya kita mati??... itupun bila dapat menemukan jawabannya sebelum mati,
tapi kalau tidak?? Eits, tunggu dulu sebelum masuk lagi ke pintu nafsu..
Memangnya lama hidup kita ditentukan oleh banyaknya pertanyaan atau banyaknya
jawaban?? Tentu tidak.. lama hidup kita adalah sesuatu yang tidak diketahui,
alias misteri seumur hidup.. coba lihat para jenazah; apakah umur mereka ketika
wafat, setelah menginjak usia manula semua?? Tidak, kan...
“ Tidak peduli berapa
pertanyaan dalam hidup kita karena tidak ada penyelesaian atau jawaban tanpa
pertanyaan... dan jawaban tidak semata-mata ada tanpa adanya pertanyaan,
biarpun ada mesti tidak akan bisa dipahami dan hasilnya sama saja tidak ada
jawaban alias nol...” #arifeyeshield21
Pesan-pesan:
Inilah secuil ulasan pikiran
yang senantiasa bingung, mendapat jawabannya di dunia ini dan terus tercerahkan
ketika berjalan di jalan yang lurus. Bingung itu tidak buruk selama ditujukan
untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang membuat bingung, bukannya
untuk mencari jalan pintas dengan melakukan apa yang bisa diperbuat (itu
namanya menjalankan perbuatan yang masih diragukan/syubhat). Bingung tapi
senantiasa berbuat baik, merupakan suatu pembelajaran yang diiringi dengan
pelaksanaannya karena bagus untuk melatih dan sebagai aplikasi pembelajaran...
:D
Masih bingung setelah membaca
tulisan ini?? Bagus kalau bingung dan memunculkan banyak pertanyaan... Saya
juga menulis ini karena saya bingung, banyak pertanyaan dalam hidup saya dan
saya pun mengakuinya kalau pertanyaan-pertanyaan itu tidak akan pernah habis
sampai akhir hayat... Maaf kalau masih
membingungkan, hhe..