Sabtu, 23 November 2013

Kebingungan Tak Selamanya Merugikan, Ada Yang Merugikan dan Ada Pula Yang Menguntungkan...


Tidak ada yang kebetulan di dunia ini... kalau bukan karena campur tangan manusia, ya campur tangan Allah. Yang hebat adalah tidak ada campur tangan manusia bila manusia tidak diciptakan, alias Allah menciptakan makhluk yang dapat memberi campur tangan, memiliki kebebasan berfikir untuk bertindak sehingga menghasilkan campur tangan sesuai keputusan yang mereka (manusia) pikirkan...
Yang mudah terjadi adalah ketika ia mengutamakan nafsu, pikiran serasional apapun akan tertolak. Begitu pula sebaliknya yang cenderung sulit terjadi ketika ia mengutamakan pikiran rasional, nafsu apapun akan tertolak. Namun manusia mudah melupakan kebingungan dalam pertanyaan: mengapa keburukan yang lebih mudah dilakukan daripada kebaikan??, Untuk apa susah-susah melakukan kebaikan?? Apakah ada cara agar kebaikan mudah untuk dikerjakan? Manusia mudah tidak menyadari dan cenderung tidak mau mengakui bahwa dirinya penuh dengan pertanyaan, alias bingung. Dan pelariannya bukan untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut melainkan dengan menghilangkan kebingungan secara instan, yakni tidak memikirkannya lagi atau acuh tak acuh pada kebingungan tersebut dan akibatnya terperosok ke jurang nafsu...
Akhirnya banyak yang mengutamakan nafsunya seolah-olah dunia ini merupakan gudang pemenuhan nafsu, padahal karena nafsulah banyak timbul permasalahan di dunia yang seharusnya sepele malah bertambah besar (cuma gara-gara nafsu)... Kebingungan/ kebimbangan itu wajar karena manusia diberikan akal untuk berfikir, pertanyaan itu wajib ada di dunia karena tanpa-nya tidak akan muncul jawaban atau penyelesaian...
Banyak pertanyaan dalam dunia sains yang sampai akhir hayat tidak pernah selesai itu wajar karena memang ilmunya tidak akan pernah habis digali sampai hari kiamat, tapi apakah wajar kalau kita menyerah karena sampai pada akhirnya suatu saat nanti kita (manusia) mati dan tidak dapat menikmati ilmu sains yang telah dikembangkan?? Tentu tidak, karena demi kemudahan dalam menjalani hidup?? Dari situlah nafsu juga muncul.. tapi ketika bimbang, bagaimana kita bisa terus memunculkan pertanyaan bila pada akhirnya kita mati??... itupun bila dapat menemukan jawabannya sebelum mati, tapi kalau tidak?? Eits, tunggu dulu sebelum masuk lagi ke pintu nafsu.. Memangnya lama hidup kita ditentukan oleh banyaknya pertanyaan atau banyaknya jawaban?? Tentu tidak.. lama hidup kita adalah sesuatu yang tidak diketahui, alias misteri seumur hidup.. coba lihat para jenazah; apakah umur mereka ketika wafat, setelah menginjak usia manula semua?? Tidak, kan...
“ Tidak peduli berapa pertanyaan dalam hidup kita karena tidak ada penyelesaian atau jawaban tanpa pertanyaan... dan jawaban tidak semata-mata ada tanpa adanya pertanyaan, biarpun ada mesti tidak akan bisa dipahami dan hasilnya sama saja tidak ada jawaban alias nol...” #arifeyeshield21

Pesan-pesan:
Inilah secuil ulasan pikiran yang senantiasa bingung, mendapat jawabannya di dunia ini dan terus tercerahkan ketika berjalan di jalan yang lurus. Bingung itu tidak buruk selama ditujukan untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang membuat bingung, bukannya untuk mencari jalan pintas dengan melakukan apa yang bisa diperbuat (itu namanya menjalankan perbuatan yang masih diragukan/syubhat). Bingung tapi senantiasa berbuat baik, merupakan suatu pembelajaran yang diiringi dengan pelaksanaannya karena bagus untuk melatih dan sebagai aplikasi pembelajaran... :D   
Masih bingung setelah membaca tulisan ini?? Bagus kalau bingung dan memunculkan banyak pertanyaan... Saya juga menulis ini karena saya bingung, banyak pertanyaan dalam hidup saya dan saya pun mengakuinya kalau pertanyaan-pertanyaan itu tidak akan pernah habis sampai akhir hayat...  Maaf kalau masih membingungkan, hhe..

Sabtu, 26 Oktober 2013

Hidup Itu Pilihan, Kuatkan Keyakinan untuk Perkuat Pilihan...


Hidup ini pilihan.. mari mulai pelajari hidup dari ketidaktahuan/dari nol, tempat pilihan itu muncul.. :3

Aku tahu bahwa dulu aku tidak mengetahui apapun, yakni tidak tahu darimana ku berasal, siapa yang menciptakanku, untuk apa aku diciptakan, dan kemana nyawa ini pergi setelah aku mati... subhanallah, ternyata pengetahuan itu penting.... sadarkah kita...???

Terkadang kita memerlukan ketidaktahuan terhadap suatu hal yang ketika kita mengetahuinya malah akan menimbulkan mudharat/kerusakan. Mengetahui hal yang harusnya tidak perlu diketahui termasuk pengetahuan. Pengetahuan dapat kita isi di tempat yang bernama “dunia” ini, dari tidak tahu menjadi tahu...

Oleh karena itu manusia tidak boleh menyombongkan diri, sebab manusia tidak lebih tahu daripada Sang Pencipta.. Maha Tahu  yang memberi manusia pengetahuan... (jadi tahu)

Pengetahuan yang benar, akan jadi pembeda antara yang baik dan yang buruk. Ketika kita yakin untuk melakukan kebaikan atau keburukan, maka kita pasti dapat melakukannya...

Pedoman yang benar sudah contohkan oleh rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam, yang seluruh perbuatannya berdasarkan al qur’an.. sebagai pembeda antara yang baik dan yang buruk, agar dapat hidup sejahtera dibawah naungan kebenaran...

So, apa yang selanjutnya akan kita lakukan?? Berdiam diri saja tidak menyelesaikan masalah, malah akan menambah masalah. Kesal dan marah tiada gunanya, malah akan buang-buang tenaga dan menambah rumit masalah :D

Hidup ini pilihan bro, sis.. yang manapun pilihan kita, ada tantangannya sendiri-sendiri.. Tinggal memilih mengikuti aturan yang dibuat oleh Sang Pencipta atau tidak... Jika memilih mengikuti aturan Sang Pencipta, akan ribet di depan saja dan jika memilih cara/aturan lain, akan ribet di belakang (juga di akhirat), toh kita sama-sama bisa menikmatinya :p.. tidak memilih juga termasuk pilihan ketika kita memilih untuk tidak memilih.

Sudah ada aturan/cara hidup yang benar dalam al qur’an.. mengenalkan kita kepada Sang Pencipta yang berhak kita sembah dan Nabi Muhammad yang berhak kita ikuti untuk mencapai kemuliaan dan ridha-Nya.. tinggal kita mau mengambilnya atau tidak..

Jagalah pengetahuan itu dengan mempelajari dan menggunakannya. Dengan memperkuat keyakinan, akan lebih mudah mempelajari dan mengamalkan (menggunakan) pengetahuan yang kita punya.. benar atau betul?? J

Let’s choice..

“Tahu adalah ketika kita mampu mengamalkan yang kita kenal.. jika tidak mampu mengamalkan yang kita kenal, maka hanya sebatas kenal. Tidak mengamalkan hal yang tidak perlu atau tidak boleh diamalkan merupakan suatu amal.”

Jumat, 25 Oktober 2013

Kisah Klasik, Film dan Jodoh



Suatu hari lahirlah seorang anak dengan selamat. Dia tumbuh besar dengan baik oleh kedua orang tuanya. Suatu saat yang dinanti-nanti telah tiba, si anak sudah cukup besar untuk tinggal di tempat tersendiri yang sangat jauh dari orang tuanya. Hari-hari dilaluinya dengan sikap yang santai. Terlalu santainya sampai-sampai nilai yang diperolehnya di sekolah sangatlah minim untuk syarat mendapatkan pekerjaan.

Sampai suatu ketika dia menemukan sebuah tayangan yang menurutnya sangat kekanak-kanakan. Akan tetapi setelah dia tonton tayangan itu lebih lanjut hingga selesai (karena sudah terlanjur menonton, sayang kalau tidak sampai selesai), dia baru menyadari betapa bodohnya pemeran utama dalam cerita pada tayangan tersebut yang mau saja dikelabuhi oleh teman-temannya, yang disebabkan oleh pengetahuannya sangat-sangat kurang sehingga sangat mudah terpengaruh. Ada ketidaktahuan tokoh utama yang disukai anak ini, yakni tokoh tersebut tidak tahu bahwa dia ditaksir oleh cewek yang ia taksir alias tidak tahu kalau mereka berdua sama-sama suka.

Ketidaktahuan tersebut dapat menghilangkan sifat terbawa perasaan orang lain karena pada dasarnya pria bukan manusia yang mudah terbawa perasaan. Dia mengambil pelajaran dari sini bahwa untuk menjaga perasaan wanita, dia tidak perlu tahu perasaan si wanita terhadap dirinya karena wanita adalah makhluk yang paling mudah terbawa perasaan. Jika perasaannya terguncang sedikit saja, maka dia pasti akan langsung mengekspresikannya dalam bentuk apapun sehingga berbahaya bila perasaan mereka berdua diketahui oleh masing-masing dari mereka karena bila waktunya belum tepat akan timbul perasaan yang tak sampai dari wanita kepada pria yang mengganggu perasaannya.


Pada dasarnya pria tidak menggunakan perasaan yang berlebih seperti wanita, pria hanya mengenal tanda-tanda perasaan kepada seorang wanita ketika terjadi keanehan; “kenapa terasa mengganggu ketika tidak bertemu dengannya” dan ketika melihatnya rasanya malu untuk menyapanya namun yang anehnya lagi pria itu ketika berbicara dengan si wanita seperti berbicara dengan wanita lain (berbicara dengannya dengan tidak melihat wajahnya terus menerus), berbicara dengan bahasa yang akrab sebagai teman. Tetapi terjadi keanehan kedua yang cukup menggangguku yakni ketika “dia” (si wanita) berbicara dengan pria itu saja; untuk menjelaskan suatu hal seperti berita/informasi yang cukup panjang, dia sering tidak dapat menyusun kata-kata dengan tepat *eh. Pria ini hanya merasa ada yang aneh saja, kenapa hanya dia, kenapa tidak terjadi pada wanita lain, padahal banyak sekali wanita yang lebih sholihah dan elok daripada dirinya.


Hanya ini saja yang dirasakan pria itu, selanjutnya dia tidak akan mencari tahu lebih lanjut sampai waktunya tepat. That's right, pria itu aku. So what... jika memang dia jodohku, aku yakin bisa menikahinya karena jodohku besok adalah hasil dari usahaku sekarang, untuk meningkatkan kesholehanku dengan menambah pengetahuan, kemampuan membaca, hafalan al qur’an, bahasa arab serta pengetahuan tentang islam lainnya yang kubutuhkan untuk syi’ar dakwah ke masyarakat dan semoga dimudahkan Allah dalam segala urusan termasuk urusan jodoh (maupun rizki) karena jodoh (dan rizki) tiap insan manusia sudah ditentukan Sang Pencipta dan tertulis di lauhul mahfudz tergantung kita mau berpartisipasi untuk meraih jannah-Nya dengan memperjuangkan agama-Nya dan syahid di jalan-Nya atau tidak.


Aku tidak perlu khawatir jika aku sudah didahului oleh orang lain, karena wanita yang cantik dan baik untukku adalah wanita yang mudah/paling murah maharnya, yang mudah dinikahi dan yang baik pula akhlaqnya (memperlihatkan atau memancarkan kesolehahan-nya). *eeeeeeh....!!!!! >_<

Kamis, 24 Oktober 2013

Manusia dilahirkan dalam keadaan BODOH...


Pada dasarnya yang akan menjadi titik tolak kehidupan adalah bahwa manusia pada awalnya tidak mengetahui apapun layaknya kotak kosong yang dapat diisi apa saja, disebut keadaan zero knowldge atau “pengetahuan nol” yang dapat menjelaskan ketidakberdayaannya manusia setelah diciptakan sebagai makhluk paling sempurna namun tidak memiliki pengetahuan apa-apa dengan kondisi fisik dan mental yang sangat lemah, menerima apapun pengaruh dari lingkungan sekitar dari hal yang paling baik sampai ke hal yang paling buruk masuk menjadi pengetahuan yang menjadikan kita tahu sehingga tidak menjadi kotak kosong lagi karena kini sudah terisi pengetahuan entah baik atau buruk atau keduanya dengan proporsi masing-masing.


Seiring bertambahnya usia, kondisi fisik dan mental semakin meningkat, ada hal-hal yang dulunya belum dimengerti tetapi langsung dikerjakan, perlahan-lahan seiring berjalannya waktu menjadi mengerti satu persatu... (If u know I mean)

Jangan dikira ketidaktahuan manusia terhadap apapun saat dilahirkan tidak berguna sama sekali. Justru dengan ketidak tahuan terhadap apapun itu, manusia dapat menyerap berbagai macam pengetahuan apapun. Pengisian kotak dengan pengetahuan inilah yang akan membentuk kepribadian seseorang tanpa sadar dari balita sampai remaja tergantung karakteristik lingkungan tempat ia hidup. Pengetahuan-pengetahuan inilah yang akan membentuk kepribadian serta persepsi seseorang dalam menilai segala sesuatu yang ia temui. Ada dua jenis penilaian, yakni tentang dirinya dan satunya lagi tentang lingkungan (masyarakat) di sekitar dirinya. Pertama penilaian tentang dirinya misalnya menilai kemampuannya menonjol dalam bidang apa, dicontohkan dalam bidang matematika karena ia punya lebih banyak pengetahuan dalam bidang matematika dibanding pengetahuan dalam bidang lainnya dan atau tersugesti oleh orang lain untuk yakin dengan kemampuannya dalam bidang matematika.

Kedua, penilaian tentang lingkungan masyarakat di sekitar dirinya yang tidak lepas dengan pengetahuan tentang hal pada lingkungan luar tertentu baik maupun buruk dan atau sugesti tentang hal pada lingkungan luar tertentu (contohnya mirip dengan penilaian tentang diri sendiri, namun dengan variabel lingkungan masyarakat).  

Misalnya menilai lingkungannya menonjol dalam bidang apa, dicontohkan dalam bidang matematika karena dalam komunitasnya mayoritas orang unggul dalam bidang matematika dibanding bidang-bidang lainnya dan atau tersugesti oleh orang lain untuk yakin bahwa lingkungan komunitasnya unggul dalam bidang matematika. :D


Contoh:

Coba sugesti dirimu bahwa jika tidak belajar untuk ujian mulai dari sekarang, kapan lagi...? kita tidak tahu besok punya waktu belajar atau tidak, tidak tahu waktu besok bisa digunakan untuk belajar atau tidak... jadi belajarlah selagi bisa, jangan sampai waktu belajar habis dengan sendirinya.


Maka teruslah belajar... >_<

Sabtu, 19 Oktober 2013

Jepang VS Amerika?


Jepang punya banyak ide menarik dalam animenya, apalagi adanya anime-anime dengan efek yang cukup tinggi seperti dragonball, naruto, one piece, dan bleach... (left/soft action)

Amerika (USA) punya studio-studio film ”live action” yang apapun animasi maupun efeknya bisa terlihat sekitar 90%-an mendekati kenyataan... (right/hard action)

Kalau kerjasama ini terus berlanjut, entah berapa anime bisa di “live action”kan oleh studio amerika seperti dragonball, rurouni kenshin dan death note. Seperti yang anda ketahui kalau di Jepang sendiri sudah “banjir” anime, entah udah berapa meter... :p

Mungkin saja dengan kekuatan itu bisa membuat dan mengendalikan mecha “Jaeger” atau  bisa bertukar pikiran dengan monster “Kaiju” yang seperti Godzilla dalam film “Pacific Rim”, karena yang satu memiliki keahlian fisika-matematis dan yang satunya lagi punya keahlian bio-psikologis sehingga bisa saja menghasilkan reaksi keahlian kimia-sintetis yang menyebabkan yang mistis menjadi sains @ red... :3

Film “Pacific Rim” menghadirkan ide ala Jepang (seperti mecha, monster dan armor) termasuk muatan utamanya pesan moral dan menghadirkan grafik/desain grafis “live action” ala Amerika (USA) yang menakjubkan pandangan... Sangat layak ditonton oleh penggemar movie “live action” dari kalangan remaja (karena ada adegan perkelahian) sampai dewasa, kalau anak-anak tentunya dengan bimbingan orang tua yaaa...  :D

“To defeat mosters, we created the most powerful thing than monsters”

Kamis, 25 April 2013

Pencarian Arti Hidup


Qalbu dan Akal;


Saya terus mencari penjelasan yang mudah dipahami mengenai kunci kehidupan ini yakni "Qalbu dan Akal". Setelah saya membaca literatur-literatur terkait tema di atas, saya dapat menarik kesimpulan-kesimpulan dibawah ini:

Qalbu/hati itu dapat dirasakan lewat emosi dan nafsu; tidak dapat dilihat, didengar, diraba, dihirup maupun dirasakan lewat lidah tapi sifatnya ada. Sesuatu yang ada dan nyata  itu tidak harus tampak tapi bisa diakui keberadaannya dengan keyakinan rasional; asal-usul keberadaannya jelas dan dapat dibuktikan. Bagian utama qalbu/hati yang dapat mengikat keyakinan rasional adalah niat yang meyakini seyakin-yakinnya bahwa ia pasti benar dan pasti bisa menjalankan aturan hidup berdasarkan keyakinan rasional

Lain dengan otak, yang nyata dan nampak sebagai memori penyimpan pengetahuan (tersimpan dalam neuron-neuron) yang dapat dianalisis oleh akal dengan pengetahuan sebelumnya yang tersimpan dalam otak  dan berfungsi hanya untuk menganalisis (Terkait Why dan Who) pengetahuan yang sifatnya hanya bisa dianalisis dan dikerjakan (Terkait What dan How).

Membaca, Mempelajari, Menulis, dan Implementasi Niat harus berjalan berdampingan, berurutan dan sesuai proporsi untuk mencapai optimalisasi pekerjaan/tindakan; perlu melampaui berfikir dua tingkat yakni berfikir sistemik rasional. Proporsi waktu perhari; membaca 25%, mempelajari/menganalisis 25%, menulis (dalam ingatan sendiri maupun ingatan orang lain) dengan pemahaman/rasional dan diikat dengan keyakinan rasional 25%, implementasi niat 25%.

Berfikir dewasa itu sudah dapat berfikir melewati dua tingkat; yakni melewati keyakinan rasional dan cabang-cabang dalam sistem kehidupan, bisa langsung berfikir ke cara untuk menjalankan/mewujudkannya 1W+1H What dan How, lalu Where dan When hanya untuk ibadah mahdhah serta Why dan Who sudah di keyakinan rasional. Proses berfikir bukan hanya seni mengeluarkan/mengutarakan memori pengetahuan tetapi juga seni menganalisis untuk menilai suatu fenomena/kejadian. Menyampaikan materi/pengetahuan juga bukan hanya seni suara saja tapi juga seni berekspresi sebagai peraga agar materi lebih mudah tersampaikan/dipahami.