Senin, 09 Juni 2014

DILEMA DAN DEMOKRASI


Lihat saja nanti yang ikut milih di pemilu atau yang lagi kampanye (masuk dalam sistem demokrasi), apakah ia akan tetap teguh pada pilihannya sampai akhir? apakah nanti ia kecewa? apakah nanti ia rela diinjak-injak oleh pilihannya?

Saya tidak yakin yang masuk dalam sistem demokrasi ini tetap teguh, soalnya sistem ini sendiri pada dasarnya juga tidak teguh sebab yang mengatur sistem ini adalah suara mayoritas yang notabene suaranya bisa dibeli semua alias super bebas/kebablasan. Ini juga hanya akan jadi impian semu yang mengharapkan hasil berbeda dalam perlakuan yang sama (dalam demokrasi).

Apakah tidak berfikir bahwa pada akhirnya itu akan berdampak juga pada diri ketika dikuasai oleh rasa haus kekuasaan sehingga jika tidak mendapatkan kekuasaan malah jadi galau (bebas tapi tidak terwakili). Padahal ini kebalikan dengan penyejahteraan warga yang diidam-idamkan rakyat dengan rela diinjak-injak ketika penguasa berkuasa atas dasar yang tidak jelas seperti demokrasi.

Lihatlah betapa sulitnya meyakinkan orang tentang islam dan keutamaannya menggantikan demokrasi, Untuk sistem seperti islam ini saja tidak dicoba diterapkan untuk menyejahterakan rakyat, terlihat jelas demokrasinya yang pada dasarnya amburadul ditambah amburadul lagi dengan menyampingkan/ mengabaikan ciptaan menakjubkan yang bisa membawa pada kebenaran..

Katanya negeri dengan mayoritas umat islam, tapi ketika islam diamburadul/dikacau-balaukan dengan demokrasi malah masih saja berkutat didalamnya (demokrasi). Ini dilema antara tidak tahu, tidak paham, tidak sadar, tidak kritis atau tidak peduli? Apa ketika sistem ini mempengaruhi penurunan kualitas maupun kuantitas hidup pribadi kita baru kita peduli? Kalau dikritisi, akan sulit mengubahnya ketika yang dipahami hanya materi atau keuangan yang merupakan urusan cabang paling ujung (yang terpusat pada politik). Karena tidak ada cabang tanpa pusat yang mengakar, yakni sistem yang membawanya berpijak. Dan tidak ada cabang yang kokoh dari dasar/awalnya yang sudah goyah seperti demokrasi, tapi tidak dipedulikan orang yang materialistis (juga demokratis).


#dilema
#catatanringkaslagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar