Lihat saja nanti yang ikut milih di pemilu atau yang lagi
kampanye (masuk dalam sistem demokrasi), apakah ia akan tetap teguh pada
pilihannya sampai akhir? apakah nanti ia kecewa? apakah nanti ia rela
diinjak-injak oleh pilihannya?
Saya tidak yakin yang masuk dalam sistem demokrasi ini tetap
teguh, soalnya sistem ini sendiri pada dasarnya juga tidak teguh sebab yang
mengatur sistem ini adalah suara mayoritas yang notabene suaranya bisa dibeli
semua alias super bebas/kebablasan. Ini juga hanya akan jadi impian semu yang
mengharapkan hasil berbeda dalam perlakuan yang sama (dalam demokrasi).
Apakah tidak berfikir bahwa pada akhirnya itu akan berdampak
juga pada diri ketika dikuasai oleh rasa haus kekuasaan sehingga jika tidak
mendapatkan kekuasaan malah jadi galau (bebas tapi tidak terwakili). Padahal
ini kebalikan dengan penyejahteraan warga yang diidam-idamkan rakyat dengan
rela diinjak-injak ketika penguasa berkuasa atas dasar yang tidak jelas seperti
demokrasi.
Lihatlah betapa sulitnya meyakinkan orang tentang islam dan
keutamaannya menggantikan demokrasi, Untuk sistem seperti islam ini saja tidak
dicoba diterapkan untuk menyejahterakan rakyat, terlihat jelas demokrasinya
yang pada dasarnya amburadul ditambah amburadul lagi dengan
menyampingkan/ mengabaikan ciptaan menakjubkan yang bisa membawa pada
kebenaran..
Katanya negeri
dengan mayoritas umat islam, tapi ketika islam diamburadul/dikacau-balaukan dengan
demokrasi malah masih saja berkutat didalamnya (demokrasi). Ini dilema antara
tidak tahu, tidak paham, tidak sadar, tidak kritis atau tidak peduli? Apa ketika
sistem ini mempengaruhi penurunan kualitas maupun kuantitas hidup pribadi kita
baru kita peduli? Kalau dikritisi, akan sulit mengubahnya ketika yang dipahami
hanya materi atau keuangan yang merupakan urusan cabang paling ujung (yang
terpusat pada politik). Karena tidak ada cabang tanpa pusat yang mengakar,
yakni sistem yang membawanya berpijak. Dan tidak ada cabang yang kokoh dari
dasar/awalnya yang sudah goyah seperti demokrasi, tapi tidak dipedulikan orang
yang materialistis (juga demokratis).
#dilema
#catatanringkaslagi
#catatanringkaslagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar